Jumat, 20 Desember 2013

Back To Remind My Mom

Pagi buta pada Jumat, 20 Desember 2013 handphone saya tiba-tiba bergetar tidak sepert biasanya ditengah dinginnya udara pagi yang menelusup lapisan kulit, tetapi saya berusaha terbangun untuk merecheck nya, setelah di lihat ternyata alarm reminder empat tahun kepergian ibunda tercinta.

Terdiam sejenak, memejamkan mata seolah mengingat kejadian empat tahun silam. Musibah agung yang menimpa keluaarga besar saya. Kaget, terkejut dan diluputi rasa tidak menyangka kalau ibu sudah meninggal dunia.

Tidak terasa ternyata sudah empat tahun saya beserta keluarga besar kehilangan sosok yang berjiwa besar, jasanya tidak akan terlupakan sampai akhir hayat nanti.

Ibu yang dengan susah payah melahirkan, membesarkan dan mendidik kami semua dengan penuh kasih nun cinta,  sampai pada saat ini jejak tapaknya akan selalu ada dan melekat di dalam sanuabari, waktu bersamanya selalu menorehkan kenangan, nasihatnya masih terngiang dalam selaput gendang, lembut sentuhan telapak tangannya selalu mendatangkan kerinduan ingin bertemu walaupun itu dalam dimensi yang berbeda.

Empat tahun yang lalu saya menjerit histeris bahkan sempat tidak sadarkan diri melihat kenyataan yang terjadi. Ajal datang menjemput ibu untuk pergi keharibaan-Nya dan beristirahat untuk selamanya. Duniaku serasa hancur lebur tak berbentuk, seolah tidak mau kehilangan ibu dan selalu ingin bersamanya, besama dalam peluk dan dekapannya. Namun kebersamaan tidaklah abadi dan perpisahan pasti terjadi meski hati ini tidak pernah menghendaki.


Kaulah ibuku tercinta..
Kau peluk, belai, dan manjakan aku dengan senyum dan doamu

Kaulah ibuku tercinta..
Kau yang tangisi aku saat aku terluka

Kaulah ibuku tercinta..
Tak pernah berharap aku untuk membalas jasa-jasamu
Hanya satu dalam pintamu dalam hidup ini jangan pernah menyerah.

Ibu..
Ibu..
Ibuku sayang

Tenang dan berbahagialah dialam kekal sana
Doaku akan selalu mengalir deras untuk mu disana
Semoga disurga ibu di sayang Allah.

Allahumagfirlii dunuubii waliwalidayya warhamhumaa kamaa robbayanii shoghiroo.

Amiin yaa robbal alamiin.

Selasa, 17 Desember 2013

Evaluasi Semester V (Lima)

Tidak terasa saat ini sudah memasuki di pengujung semester 5 (lima), 1-2 minggu lagi perkuliahan semester 5 akan berakhir. Polanya sama seperti semester-semester sebelumnya, menjelang UAS tugas berdatangan dari setiap sudut mata kuliah, foto kopi handout yang mengalir deras, waktu banyak digunakan untuk menatap layar laptop, mengerjakan tugas kiriman dari sang dosen. 

Nyeem-nyeem-nyeem
Yeaah dosen kalau ngasih tugas kaya ngasih kacang goreng, memang terasa renyah dan pelem tetapi bisa menyebabkan perut mules dan mencret bila dosis dan takarannya terlalu banyak.

kkkkkkk

Tidak lama lagi di setiap pintu kelas akan terpampang tulisan seperti ini :

Harap tenang ! ada ujian :)
Semester 5 akan ditutup dengan UAS setelah UAS selesai kemudian liburlah tiba !! hore-horee...!!

Kalau boleh jujur bagi saya di Semester 5 ini adalah semester yang paling aneh, berbeda dengan semester 1, 2, 3, dan 4 yang pernah saya jalani, entah saya juga tidak mengerti yang jelas saya merasakan hawa yang berbeda dari semester-semester sebelumnya.

Setelah saya koreksi dan evaluasi ternyata ada beberapa hal yang tidak biasa dari semester sebelumnya. Absen saya yang bisanya full terisi dari pertemuan 1-16, pada semester kali ini ada dua kolom yang tertulis "S" yaah  

Sakit.
Memang.

Awal kuliah perdana semester 5 saya sakit, ini menjadi sakit terparah di sepanjang perjalanan hidup saya sampai harus merasakan bagaimana rasanya tidur di rumah sakit, sakitnya di infus dan saya banyak menelan pil-pil pahit yang ukurannya cukup besar. Ternyata sakit itu tidak enak ! ya TIDAK ENAK. Tetapi saya berharap semoga sakit ini bisa menjadi penggugur dan penghapus segala dosa. Amiin ya robbalalamin.

Saya lagi sakit !!
pasien produktif lagi sakit tapi masih bisa akting dan narsis ha-ha-ha :)

Beruntung saya sakit di awal perkuliahan semester 5 jadi saya tidak terlalu banyak ketinggalan materi perkuliahan karena pada saat itu perkuliahan belum terlalu efektif. Ternyata begitu berharganya nikmat sehat walafiat dengan sehat hidup akan terasa nikmat maka jagalah sehatmu sebelum sakitmu . 

Kendor Belajar

Ternyata benar apa yang dikatakan kakak tingkat, tingkat III itu masa lagi males-malesnya untuk kuliah. Serajin-rajinnya saya di semester 5 tetap berbeda dengan rajinnya saya disemester sebelumnya, entahlah enggak tau kenapa mungkin karena faktor dosen, mata kuliah, atau bisa jadi karena efek hawa lingkungan. ini bukan saja terjadi pada diri saya saja, saya pernah bercerita ke teman-teman dekat saya ternyata mereka juga mengalami hal yang sama seperti yang saya rasakan.

Kegalauan dan Kegundahgulanaan

Di semester 5 saya lebih banyak mengeluh bahkan menangis. Ini memang karena ada beberapa faktor yang tidak bisa saya ceritakan, tetapi saya berusaha untuk besabar, tegar dan tetap bersyukur serta menikmati keindahan fatamorgana kehidupan yang telah Allah takdirkan untuk saya. Saya yakin dengan janji Allah yang pasti dan nyata, saya serahkan semuanya kepada Allah Yang Maha segalanya,sebagai hamba hanya bisa berencana, berusaha, dan berharap selebihnya Allah lah yang menentukan.

Mari berintropeksi diri !

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, bahkan disaat terlambat pun masih jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Berapakah angka yang bisa saya persembahkan untuk ibu, bapak, dan kakak-kakak saya disemester sekarang ?, mampukah saya tetap bertahan di predikat cumlaude ? 

Jawabannya hanya ada pada diri saya sendiri. Saya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk orang-orang tersayang walaupun tidak selalu nomor satu. Masih ada waktu untuk memperbaiki diri, maka yuuk mari dan marilah beranjak dan bergegas diawali dengan Bismillahirahmnirohim, melangkahkan kaki kanan, kembali mengobarkan semangat '45 seperti layaknya mahasiswa baru yang semangatnya begitu menggebu untuk belajar dan kuliah.

SELAMAT DATANG UJIAN AKHIR SEMESTER 5

KEEP CALM AND BE HAPPY :)

MARI BERJUANG UNTUK HASIL YANG TERBAIK


"NILAI HANYA SEKADAR ANGKA NAMUN PROSES ADALAH HASIL"