Rabu, 27 November 2013

Mengejar dan Dikejar Deadline

 








Tik-tok
Tik-tok
Tik-tok

Waktu yang semakin mendilatasi
Menyerbu..
Menderu...
Menusuk kalbu...

Heeek-heek-heek !!

Karena tugas yang tak pernah berpihak
Membuat nafas menjadi sesak
Pikiran terdesak


Entah sampai kapan
Aku harus mengejar dan dikejar deadline.



Tulisan ini saya buat ketika sedang merburu tugas individu Mata Kuliah Kepemimpinan di sepertiga malam.

Rabu, 20 November 2013

Cokelat Manis Putih Abu

Mengurai cerita dengan kata
Kembali mengenang cokelat manisnya putih abu


Masa putih abu adalah surga bagi para kaum remaja karena pada masa ini adalah periode yang sangat strategis dan penting yang akan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Putih abu adalah masa yang paling berkesan karena masa ini adalah masa transisi dari remaja menuju dewasa yang  merupakan awal bagi individu untuk mencari identitas diri yang di idamkan untuk masa depannya nanti, mulai berfikir kritis, idealis, dan realistis. Putih abu juga masa yang penuh dengan gejolak maka tak heran jika remaja sering mengalami perang batin karena dirundung problematika yang menyangkut perasaan, di masa ini pula adalah masa yang sering di pakai kaum remaja untuk mulai belajar berbagi kasih, waktu, perasaan, dan saling pengertian dengan lawan jenis.

Putih abu menjadi arena bebas berekspresi, bebas untuk melakukan sesuatu tanpa memikirkan risiko yang penting Gue bisa melakukan hal-hal yang aneh, unik dan menarik  yang ceritanya tidak akan terlupakan.

Bagaimana dengan Cerita Putih Abu ku ?

Cerita putih abu ku sangat berkesan, indah, dan sempurna, saya benar-benar merasakan keindahan, kebebasan, dan kesenangan. Mengukir banyak kisah, cerita, cinta, canda, dan tawa, merasakan kebersamaan, kehangatan, keromantisan yang ukuirannya akan selalu terlihat indah bila dikenang.
 
  Inilah potret-potret kebersamaan di masa putih abu ku yang terlihat begitu lucu dan lugu

GaAra 15 Community
Kami yang lagi Narsis Abbissss : belajar  renang bareng, latihan pramuka, kasta ambalan dan wisuda perpisahan.
Serangkaian Kegiatan PPSN 2009
Serangkaian kegiatan JUMBARA 2010
Acara api unggun dan debat di kegiatan safarycamp IV
Rujak-rujakan :)


MAN RAJAGALUH

Logo MAN RAJAGALUH

MAN Rajagaluh adalah salah satu lembaga pendidikan setara dengan tingkat SLTA yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Islam Republik Indonesia.

MAN Rajagaluh berlokasi di Jalan Raya Barat Cipinang No. 228 Kecamatan Rajagaluh-Kabupaten Majalengka. Sekolah ini saya duduki selama tiga tahun, tempat saya mengenyam pendidikan, menuntut ilmu dan merasakan renyahnya bangku putih abu.

Banyak ilmu yang saya dapatkan berkat didikan, pengajaran serta pengarahan dari ibu dan bapak guru yang dengan tulus mentransferkan ilmunya sebagai bekal dan lentera dimasa depan nanti. Banyak pengalaman dan kenangan yang tidak akan terlupakan disepanjang perjalanan putih abu, ceritanya sudah saya tuliskan dan simpan baik-baik dalam memori kehidupan.

Pada Setiap hari harinya saya terbiasa bangun pukul 04.30 WIB ciaaatttt segera bangkit dari keleyeh-lenyehan kemudian mandi, mengambil air wudhu,  lalu  melaksanakan ritual wajib sholat Subuh. sebelum berangkat sekolah saya menyempatkan diri untuk cuci piring dan beres-beres rumah terlebih dahulu.

Setelah semuanya beres dan rapih saya sarapan pagi selanjutnya goes to MAN RAJAGALUH, sekolah tercinta yang penuh dengan cerita dan kenangan. Sekolah saya bisa dibilang cukup jauh dari rumah karena untuk bisa sampai ke sekolah saya harus menaiki tiga mobil dengan rincian dua kali naik angkot dan satu kali naik elf. cape ??

Iya cape...

Tetapi rasa cape itu tergantikan oleh ilmu, cerita, cinta dan kenangan yang saya peroleh di MAN RAJAGALUH.

Setiap Hari Senin saya berusaha berangkat pagi-pagi karena harus mengikuti upacara bendera khusus bagi saya piket membersihkan ruangan UKS dan menyiapkan obat-obatan hal yang sudah menjadi kewajiban, baris di barisan paling belakang, mengenakan syal PMR berwarna kuning berjaga dan bersiaga untuk menolong orang pingsan atau sakit selagi upacara berlangsung. Di hari-hari biasa kalau lagi apes pernah berangkat kesiangan terus dimarahin guru piket, sering menguap terus mengantuk di kelas saat jam pelajaran berlangsung apalagi kalau pelajaran Bahasa Arab dan fisika tiga jam pelajaran itu serasa se-abad, maju ke depan kelas baca puisi, pidato, dan mementaskan drama yang di tonton, di perhatikan, dan di tertawakan teman sekelas jika ada penampilan dan adegan yang lucu dan gokil, di marahin guru kimia karena dapat nilai jelek, sering merasa pusing dan pening berat kalau lagi belajar Matematika karena selalu dan selalu menemukan koefesien x, y, dan z yang tiada berujung, hafalan ayat-ayat Al-Quran dan Hadist saat belajar Al-Qur'an dan Hadist, bernyanyi dan joged bersama teman-teman sekelas di lab kesenian, belajar Bahasa Inggris yang terlalu banyak tertawa karena gurunya sering bercerita tentang pacaran, seks dan kehidupan berumah tangga sampai menyita jam pelajaran pada akhirnya pembahasan materi yang diajarkan nihil tak berisi, diskusi kelas bersama bila ada pelajaran yang harus didiskusikan, main lempar-lemparan kertas ketika KBM berlangsung, yang paling saya geramkan kalau teman-teman cowok main bola dikelas terus kena ke kepala dan menodai kerudung yang saya pakai. Waktu istirahat tiba kemudian jajan nasi lengko di warung Bu Sudarya, beli pisang molen Kang Gendoy, beli bakso Mas Jono yang harganya cuma 2.000,-. uuuhhhh terasa sangat nikmaaaaaaatt sekaaaliiiiiiii.

Sebelum dan sesudah KBM berlangsung berkumpul, bercerita dan tertawa bersama berderet di bawah pohon mangga sambil nonton futsal, sebagai pelengkap cerita saya tidak pernah lepas dari ponsel nokia  jadul yang usianya sudah cukup tua renta yang saya pakai untuk es-em-es an bersama teman hati saya di masa itu untuk saling berbagi cerita pada setiap harinya.

hahahahahah hahahahahahaaa
hahaahaahah hahahahahahaaa

Pada masa putih abu masa yang tepat untuk menjalin persahabatan, membangun solidaritas, mengubah hal-hal yang tak mudah menjadi terasa lebih indah layaknya kepompong mampu merubah ulat menjadi kupu-kupu. Saya menemukan persahabatan sejati yang selalu melekat di hati, temani hari dan menjadikan diri menjadi lebih berarti. Ku jumpai sebelas makhluk-makhluk aneh, lucu, dan lugu dengan karakter dan sifat yang berbeda karena mereka dunia putih abu ku menjadi semakin membuncah, penuh dengan warna dan terlihat semakin memesona.
 

GaAra 15


GaAra 15 singkatan dari Gabungan Aktivis Aliyah Rajagaluh (Mangkat Isuk Balik Sore)

Kami yang pertemukan dengan isi kepala yang berbeda, karakter dan sifat yang berbeda, dan latar belakang yang berbeda pula, tetapi kami sudah menganggap satu keluarga, saling melengkapi satu sama lain, saling berbagi cerita suka dan duka, bersua bercanda tawa bersama, merajut ilmu, menggapai asa menuju impian dan masa depan yang cerah.

Inilah kami GaAra 15 :
  1. Muhammad Arip;
  2. Ida Siti Rohmah;
  3. Laila Nurjanah;
  4. Iim Rohimatun Nahdiyyah;
  5. Adang Saripudin;
  6. Dede Muflihah;
  7. Ace Surya Jaya;
  8. Maulana Hidayat;
  9. Ade Hermansyah Nur;
  10. Cecep Jaenudin;
  11. Mela Meliani;
  12. Riska Nurnafajrin.
Kata sandi GaAra 15 :

G: Gigihkankan perjuangan lawan hawa nafsu
A: Amalkan ilmu tuk keridhoan Allah
A: Abaikan ajakan maksiat (setan)
R: Raih rahmatnya dengan jihad 
A: Arungi kehidupan dengan sabar

1: Satu Tuhan kita 
5: Lima pilar Keislaman kita

Pencetus : Cecep Jaenudin
Kata sandi ini selalu kami galakan sebagai landasan disetiap langkah dalam berpikir dan bertindak. Kami berbudaya "Mangkat Isuk, Balik Sore" dalam Bahasa Indonesia artinya berangkat pagi, pulang sore, budaya ini menjadi ciri khas kami yang dikenal oleh banyak orang. Sebelum KBM berlangsung kami suka berkumpul terlebih dahulu entah itu untuk ngobrol, ketawa-ketwa, curhat-curhatan pokoknya yang penting "Happy", begitupun setelah KBM berakhir kami tidak langsung pulang ke rumah, tetapi banyak project-project yang harus kami dilaksanakan entah itu rapat OSIS, rapat Dewan Ambalan, latihan PMR, Latihan PASKIBRA, atau pun latihan rutin pramuka yang diselenggarakan setiap hari Jumat. Dalam setiap minggunya jadwal kami cukup padat bahkan orang tua saya sering ngomel-ngomel karena sering pulang sore dan terlalu banyak acara disetiap harinya. Kami juga sering melanglang buana untuk mengirup oksigen luar, ikut berpartisipasi dalam berbagai kompetisi yang diselenggarakan diluar sekolah, sampai pada detik ini menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Diantara kompetisi yang pernah kami ikuti adalah :
  1. Latihan Gabungan Pramuka Penegak se- Kabupaten Majalengka yang diselenggarakan oleh Ambalan Monierson pangkalan SMKN 1 Majalengaka, alhamdulillah pada saat itu kami berhasil menyabet beberapa tropi kebanggaan termasuk tropi predikat Ambalan Terbaik;
  2. Perkemahan Pramuka Santri Nusantra Tahun 2009 yang diselenggaran oleh Diroktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama Islam Republik Indonesia bertempat di Bumi Perkemahan Letjen (Purn) DR. H. Mashudi, Jatinangor-Sumedang, sebagai perwakilan dari kontingen Kabupaten Majalengka. salah satu sangga dari kontingen kami ada yang berhasil menyabet tropi sangga tergiat dan mendapatkan uang sebesar Rp. 5.000.000,- ;
  3. Lomba Lintas Alam se-Wilayah Tiga Cirebon yang diselenggarakan di Pangkalan SMAN 2 Cirebon, berhasil menyabet 3 tropi yaitu juara 1 putera, juara 3 puteri, dan tropi bergilir pangkalan terfavorit;
  4. Wide game Pembangunan se-Jawa Barat yang diselenggarakan oleh pangkalan SMKN 1 Cimahi, berhasil menyabet 2 tropi lomba hastakarya putera dan puteri.
Masih banyak pengalaman yang tidak dapat kami lupakan yang menuai banyak kenangan yang sampai pada detik ini kenangannya masih terpatri kuat di dalam sanubari. 

Sebelum berkompetisi kami pernah melaksanakan sholat hajat, wirid, tadarus, dan berdoa besama yang bertempat di mushola dekat rumah (adik Ziza) anggota pramuka penggalang RAGAKAMELA ini bertujuan untuk meminta pertolongan kepada Allah dan berharap segala sesuatunya di beri kemudahan dan kelancaran.

Kami juga sering mengadakan pertemuan khusus, rumah sayalah yang sering dijadikan tempat untuk berkumpul entah itu untuk belajar bersama, merencanakan agenda kegiatan, menyelesaikan tugas keorganisasian, berbuka puasa bersama, ataupun hanya sekadar untuk bertemu, makan-makan dan ketawa-ketawa  untuk mempererat tali silaturahmi, menjalin keakraban dan kehangatan di antara kami, bagi kami dengan begitu sudah cukup merasa bahagia.

Bagaimana dengan Petualangan "Cinta" GaAra 15 ?

Sahabat berubah menjadi cinta itulah menurut pribahasa, pribahasa itu ada dan nyata di kehidupan kami. Saling mengenal antara lawan jenis merupakan hal yang biasa selama masih berada pada tatanan yang sewajarnya. Perjalanan cinta kami sangatlah beragam ada yang cukup menjadi pemuja rahasia, ada yang terlalu ngebet dan main kejar-kejaran, ada yang bertepuk sebelah tangan, ada yang setia sekali sampai tidak bosan-bosannya setiap hari bertemu dan ngedate, ada yang sampai rebut-rebutan pasangan, ada pula yang kisah cintanya bagaikan sakelar sering  putus terus nyambung lagi.

hahahahaa- hahahahaa
hahaaahaa- hahahahaa

Bagaimana Dengan Petualangan cinta "GaAra 04" ?

Perjalanan cinta di masa putih abuku bisa dibilang berkesan dan lucu, terkadang saya suka mesem-mesem bila kembali mengenang masa-masa itu. Memiliki alur cerita cinta yang keluar dari zona GaAra 15 itu lah  saya, mengapa saya lebih memilih seperti ini ?

Pertama, mungkin karena sudah suratan takdir yang telah Allah gariskan untuk saya, saya di pertemukan dengan seseorang yang bukan bagian dari GaAra 15 tetapi masih bagian dari Anak Pramuka Indonesia.

Kedua, Allah itu Maha Adil selalu memberikan sesuatu kepada hambanya sesuai dengan keadaan. Saya yang cenderung memiliki karakter cepat bosenan dalam hal apapun termasuk didalamnya tentang urasan hati dan cinta, maka hati saya lebih condong mengagumi  produk luar alias orang luar (luar GaAra atau luar MANRA) untuk dijadikan teman dan sandaran hati karena setidaknya dengan memiliki teman hati dari luar akan lebih banyak cerita, lebih banyak kenangan dan tentunya perlu perjuangan dalam mengatur waktu untuk saling berbagi, dengan begitu secara tidak langsung bisa mengurangi tingkat kebosanan.

Kalau boleh jujur saya merasa paling "kudet" di antara teman-teman GaAra yang lainnya karena saya yang terlalu sibuk diluar sehingga sering ketinggalan informasi tentang polemik perjalanan cinta GaAra 15 apa yang terjadi dan mengapa itu terjadi? saya kurang begitu mafhum tetapi "cukup tahu" lalu bilang "yang penting happy". Karena tahu-tahunya tiba-tiba udah jadian, Putus, terus CLBK.

Memang

Perjalanan cinta GaAra 15 cukup rumit dan banyak halang rintang.

Dulu, setiap Sabtu siang saya sering menghilang dari garis edaran GaAra 15, karena Sabtu siang adalah jadwal saya untuk mengasih, mengasuh, dan mengasah serta berbagi waktu dengan teman hati saya pada saat itu. Berbicara tentang siapa dia ? saya rasa teman-teman GaAra cukup tau dan mengenal dia lebih dekat.

Dahulu, jarak antara MAN RAJAGALUH dengan SMAN 2 MAJALENGKA tidak sejauh dengan kenyataannya. Dua sekolah ini dulu sering bekerja sama terutama di bidang ekstrakulikuler Pramuka. Latgab bersama, saling kunjung-mengunjungi, bahkan Ambalan SMANDAKA (lupa nama ambalannya) pernah meminjam atribut kepramukaan baik itu boni, selempang, tas PPSN, dan syal, bahkan dulu sampai TTK yang terpasang di selempang pramuka rontok tidak beraturan karena cara memcucinya yang salah.

Masa cuci selepang saja harus ke laundry ? -,-

Begitupun sebaliknya, Ambalan Fatta-Dien juga sering meminta bantuan kepada dia beserta reng-rengannya  sebagai operator di ajang Parade Buka Bersama dan Sahur Bareng Ala Fatta-Dien karena mayoritas teman-teman GaAra pada GAPTEK , tidak mengerti bagaimana prosedur untuk memutarkan film pada saat acara itu yang harus berhadapan dengan alat-alat mekanik yang aneh dan rumit.

Pada akhir acara itu, ada peristiwa yang cukup memilukan camera handycamp yang dia bawa hilang di sekolah saya, entah saya juga tidak mengerti bahkan saya sendiri pun tidak menyaksikannya dengan mata kepala sendiri bagaimana kronologi kejadiannya saya tahu dari cerita dia dan teman-teman GaAra. Ini sempat menjadi masalah besar di ambalan. Saya yang menjembatani sekaligus sebagai penyambung lidah mengenai hal ini, beruntung dia sangat baik dan masih bisa di nego untuk merendam masalah ini menunggu solusi yang tepat untuk menangani masalah ini.

Ada rasa yang berbeda disaat memiliki teman hati dari luar sekolah. Saya punya cerita dan kenangan tersendiri yang berbeda dari teman-teman GaAra yang kebanyakan memiliki pasangan masih dari kalangan GaAra sendiri. Walaupun saya sering merasa iri terhadap mereka karena bisa bertemu pada setiap harinya, ngobrol, mesra-mesraan diruangan UKS sampai-sampai ada yang ketahuan pembina PMR dan akhirnya Kenaaaaa Dech... !!!

Tetapi saya merasa senang dan bahagia karena saya sering jalan-jalan ke luar, merasakan oksigen luar, pergi kesana kemari bersamanya untuk berbagi cinta dan cerita hingga terlukis kisah putih abu yang indah. Inilah sepenggal cerita semu putih abu ku yang sampai pada saat ini kenangannya masih terbesit di dalam naluri walau terkadang suka merasa sesak dan sakit pada ulu hati.

Romantika Pramuka Fatahillah-Nyak Dien



Lambang Fatahillah - Cut Nyak Dien
Fatahillah-Cut Nyak Dien adalah nama ambalan di Pangkalan MAN Rajagaluh, di ambalan inilah tempat kami melaksanakan berbagai serangkaian kegiatan pramuka. Kegiatan pramuka sangatlah berpariatif mulai dari Masa Orientasi Pramuka (MOP), Penerimaan Tamu Ambalan (PTA), Pengukuhan Calon Penegak (PECAPA), Pelantikan Bantara-Laksana termasuk di dalamnya rapat rutin dewan ambalan, latihan pramuka, Latihan Evaluasi Tahap Akhir (LETA) dan masih banyak kegiatan sakral kepramukaan lainnya.

Pramuka kepanjangan dari Pradja Muda Karana yang berarti rakyat muda yang suka berkarya. Merasa bangga menjadi anak Pramuka Indonesia karena anak pramuka kemana-mana selalu membawa bendera kebangsaan indonesia yang tersimpan di dada, selalu menjunjung tinggi satya dan dharma pramuka. Pramuka laksana buah nyiur yang tumbuh menjulang tinggi keatas, mengkhiaskan bahwa pramuka mempunyai cita-cita tinggi, berkepribadian baik, jujur, disiplin, dan teguh pendirian. Anak pramuka ibarat gatotkaca dan srikandi tanah air yang siap berjuang, berani menghadapi tantangan masa depan, dan membaktikan diri pada negara, bangsa dan tanah air.

Saya tidak suka kepada orang yang dengan seenak jidat berasumsi bahwa pramuka itu menyebalkan, pramuka itu cape, lelah, karena panas berjemur diatas teriknya matahari dan membuat kulit menjadi hitam, saya rasa itu hanya berlaku bagi orang-orang yang tidak mau hidup susah. Justru bagi saya pramuka mengajarkan banyak hal yang ilmunya tidak didapatkan di dalam kelas (dalam kegiatan KBM), pramuka mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kepemimpinan, selain itu pula diajarkan tentang sejarah bangsa indonesia, sandi, morse, semaphore, PBB, peta-pita, pionering, tali-temali, dan yang paling berkesan dalam pramuka juga diajarkan bagaimana cara menaksir, bukan hanya menaksir jarak, ketinggian pohon ataupun kedalaman sungai tetapi strategi menaksir hati seseorang pun ada dalam pramuka jadi jangan heran jika ditemukan banyak cinta dalam kitri.

Haahaaahaahaaahaa

Semenjak duduk di Sekolah dasar saya sudah kenal, dekat, dan akrab dengan kegiatan-kegiatan pramuka, dari situ saya mulai belajar menjiwai pramuka walaupun pada awalnya masih belum begitu mafhum dan hanya sekadar main-main saja tetapi lama kelamaan jiwa kepramukaan semakin tubuh subur dan meraga di kehidupan saya dan saya tertarik untuk melanjukannya ke tingkatan yang lebih tinggi.

TKU Laksana, TKU bantara, Bintang Pramuka, TKU Dewan Penggalang, Lencana Dewan Ambalan, Tiska, ID Card Panitia

Perjalanan dan Perjuangan Pramuka

Dari titik nol saya mengawali perjalanan dan perjuangan karier di dunia pramuka, dalam perjalanannya saya banyak menelan pil pahit nya kehidupan anak pramuka.  Siang hari sering kepanasan karena sengatan sinar matahari yang begitu panas dan ketika malam tiba merasakan kedinginan karena ganasnya udara malam yang menelusup ke lapisan kulit ari, berjalan kaki menelusuri lembah dan bukit pandalawangi menapaki jejak tanpa mengenal lelah, hujan dan panas, hidup di alam terbuka bernaung pada sepetak tenda yang berisikan 10 orang dengan bealas tikar basah karena terkena embun rerumputan, namun itu tak pernah kami hiraukan dan tidak sedikitpun mengurungkan niat untuk menjadi pramuka sejati.

Pelantikan Bantara


Saya yang berkeinginan melanjutkan bakti dan karyanya di Gerakan Pramuka Pangkalan MAN Rajagaluh Ambalan Fatahillah-Cut Nyak Dien. Niat yang tulus dan kuat di barengi dengan Bismillah saya mendaftarkan diri sebagai calon penegak Bantara, banyak syarat-syarat kecakapan umum yang harus saya penuhi diantaranya harus rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan penegak, mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan dasa dharma dan tri satya, tahu arti lambang gerakan pramuka, tahu arti sejarah pramuka, tahu arti lambang NKRI, dapat berbaris dan masih banyak tek-tek bengek lainnya yang harus diuji terlebih dahulu termasuk didalamnya saya harus berjalan kaki melewati delapan desa dengan berjalan kaki. Pada saat itu rute yang harus ditempuh adalah Start dari MAN Rajagaluh menuju Desa Tanjungsari - Kumbung - Teja - Padjajar - Sindang- Bayureja - Cikeusik- Palabuan, Finish di MTsN Sukahaji.

Perjalanan menuju Bantara tidak begitu sulit, setalah berjalan kaki melewati delapan desa dengan rute yang telah di tentukan, saya dan teman-teman Finish di MTsN Sukahaji sekitar pukul 19.00 WIB setelah itu diberi waktu untuk ISOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan), dan dibangunkan sekitar jam 23.00 sebelum di berangkatkan ke tempat pelantikan ada sedikit drama dan penggemblengan untuk mengasah sejauhmana mental ideologi yang kami miliki.

Saya diberangkatkan menuju tempat pelantikan didampingi oleh Kak Tito (alias mantan pacarnya riska) hahahaha, kemudian di hadapkan kepada penguji yang akan melantik, beruntung dulu saya medapat penguji yang baik, kalau tidak salah dulu pengujinya Pak satpam (maaf yaa lupa nama satpamnya). Sebelum di lantik penguji bertanya "apakah adik iim siap untuk dilantik menjadi penegak bantara ?" dengan tegas dan lantangnya saya menjawab "Siappp !!!" baiklah kalau begitu pegang ujung bendera merah putih lalu dan simpan di dada kanan adik iim. dengan senang hati saya memegang bendera merah putih yang disodorkan oleh pendamping dan dengan lantangnya saya mengucap janji Tri Satya. setelah selesai penguji mengucakapkan SELAMAT adik menjadi penegak Bantara.

Alhamdulillah, penguji pun memasangkan TKU Bantara di pundak saya.
horeeeee !!

Bagaimana dengan pelanatikan Laksana ?

Menjadi penegak Laksana bisa di bilang tidak mudah, karena selain harus melaksanakan pengujian SKU (Syarat Kecakapan Khusus) para calon laksana juga harus melaksanakan  pengujian TKK (Tanda Kecakapan Khusus) minimal 10 TKK sudah dalam genggaman diantaranya adalah TKK sholat, mengaji, Berkemah, menjahit, gerak jalan, juru kebun, juru masak, pengaman kampung, pengamat dan pengatur rumah. Dulu saya ditugaskan di Desa Jayi kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka, karena Desa Jayi jauh dari rumah saya maka saya sempat bermalam dirumah Teh Ida yang kebetulan asli orang Jayi beruntung Kepala Desa Jayi baik sekali dengan mudah saya bisa mendapatkan tanda-tangannya tanpa harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sulit hanya ditanya tentang selayang pandang MAN Rajagaluh, dan sedikit menanyakan tentang identitas saya pribadi.

Setelah lulus pengujian TKK syarat berikutnya yaitu berjalan kaki melewati dua belas desa dengan rute yang telah ditentukan, dulu rute yang harus saya dan teman-teman tempuh adalah Start dari MAN Rajagaluh - Kumbung - Sadomas - Leuwilaja - Mindi - Rajawangi - Leuwikujang - Leuwimunding - Ciparay - Heuleut - Tanjungsari - Patuanan - Karangasem dan Finish di MTs Sabilul Huda Karangasem.

Disepanjang perjalanan banyak sekali tantangan dan rintangan hujan yang terus mengguyur, jalan licin, kaki sudah terasa sakit dan keriput karena kedinginan, baju yang dipakai sudah basah kuyup perpaduan antara basah oleh air hujan dan basah keringat.

Dalam perjalanan ini saya harus mengalami peristiwa aneh yang berbeda dari teman-teman seperjuangan lainnya cukup ngeri, memalukan namun berkesan bila di ingat.

Ceritanya begini, kami para calon laksana Start dari MAN Rajagaluh dan memulai perjalanan sekitar pukul 08.30 WIB, perjalanan menuju kumbung - sadomas have a done telah kami lewati dengan mulus cuaca cukup cerah pancaran sinar matahari seolah-olah melambai-lambai dan memberikan semangat kepada kami untuk terus menjejakan kakinya, terus melangkah menelusuri rute yang akan kami tuju.

Perjalanan dari Sadomas menuju Leuwilaja satu persatu halangan dan rintangan datang silih berganti cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi mendung, rintik hujan sedikit demi sedikit turun dari langit, tetesan keringat mulai membanjiri tubuh kami, lelah dahaga mulai menyerang asa, tetapi itu tidak kami pedulikan kami terus menelusuri sesampai di ciputri (perbatasan antara kecamatan Rajagaluh dan Sindangwangi) kami harus melintasi sungai dan bebatuan besar. Khusus bagi saya melintasi sungai adalah hal yang tak biasa dilakukan terlebih saya phobia (rasa ketakutan yang berlebihan) bila bertemu dengan air beriak entah kenapa suka tiba-tiba merasa pusing apalagi kalau air sungainya sedang pasang. Pada saat itu ketika saya sedang melintasi sungai dan melewati bebatuan besar saya terpeleset dan jatuh bahkan sempat terhanyutkan oleh pasangnya arus sungai. Peristiwa ini cukup membuat keonaran teman-teman seperjuangan saya.

Salaraaaaakkkk..
Gubraaagggg-buuuurrrr !!!

aaaaaaaaaaaaaa

Saya terjatuh bahkan sempat terhanyutkan oleh derasnya arus sungai Ciputri. Kejadian ini sempat mengagetkan teman-teman seperjuangan di kala itu, beruntung teman-teman langsung menolong kalau tidak mungkin saya sudah terhayut sampai kelaut kaspia. Melalui tulisan itu saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesolidaritasannya rela menolong dan membantu saya dari peristiwa memilukan ini. Sampai pada detik ini cerita ini sering menjadi bahan guyonan teman-teman GaAra 15.

Akibat dari kejadiaan itu baju baja yang saya kenakan basah kuyup, lembar tugas observasi dari setiap desa yang saya bawa juga ikut basah, bukan hanya itu catatan-catatan penting pembendaharaan yang saya simpan di tas juga ikut basah.

Buku SKU dan catatan keuangan yang basah. Sengaja saya abadikan untuk bahan cerita nanti kepada anak-anak dan cucuku kelak. he-he-he
Setelah kejadian itu tiba-tiba turun hujan yang begitu lebat dan hebat jadi bukan hanya baju saya saja yang terlihat basah, tetapi baju teman-teman juga ikut basah kuyup karena diguyur hujan. Hujan terus menguyur kami tetapi itu tidak mematahkan semangat kami untuk melanjutkan perjalanan. Beruntung dulu rute yang kami lewati melewati rumah saya jadi saya bisa pulang dulu sebentar buat ganti baju dan membawa bekal makanan karena persediaanya bekal yang sudah menipis.

Langkah demi langkang kami jejakkan tidak terasa sudah menghantarkan kami pada tempat tujuan. Ya MTs Sabilul Huda Karangasem adalah tempat tujuan kami, kami finish di tempat tujuan sekitar pukul 19.00 WIB. Terasa lelah dan cape karena karena sudah melewati perjalanan yang cukup panjang maka kami langsung beristirahat dan melonjorkan kaki, menyandarkan punggung ke tempok sambil menikmati sisa-sisa makanan ringan alakadarnya yang masih tersedia di tas, Bahkan banyak diantara teman-teman calon laksana yang kelaparan sampai ada yang memakan persyaratan makanan ringan yang haus di bawa saat pelantikan.

Detik-detik menjelang pelantikan saya beserta teman-teman seperjuangan dihampiri oleh perasaan cemas, deg-degan, takut, khawatir pokoknya semua rasa bercampur padu menjadi satu atau anak zaman sekarang sering menyebutnya dengan istilah "GALAU".

Kenapa harus GALAU ?

Ya, GALAU karena takut tidak bisa menjawab pertanyaan penguji;
GALAU karena takut nantinya tiba-tiba bisu diam seribu bahasa karena nervous yang berlebihan;
dan berujung pada rasa takut TIDAK LULUS menjadi penegak laksana.

Saat-Saat yang ditunggu akhirnya tiba, menjelang pelantikan kami calon laksana di kumpulkan dilapangan volly MTs Sabilul Huda Karangasem, sebelum diberangkatkan seperti biasa ada uji mental terlebih dahulu, mencari masalah dalam keterdesakan itulah kebiasaan alumni, setelah uji mental dirasa cukup kami dibagi kelompok dan diberangkatkan menuju tempat pelantikan. Dulu saya satu kelompok dengan Kak Anhar, Kak Riska, Kak Teza dan Kak Oman dengan penguji pada saat itu adalah Kak Haris. Detik-detik menjelang pelantikan ada rasa yang tidak bisa saya ungkapkan tetapi yang jelas disetiap rasa itu menuai harapan yang sangat besar sekali yaitu saya harus LULUS menjadi penegak laksana.

Saya adalah Orang Ke Tiga yang dilantik setelah Kak Anhar dan Kak Riska. Argumen dan mental saya benar-benar diuji, terlebih dalam hal gaya dan sikap dalam mempertahankan argumen pokoknya sangat LUAR BIASA. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh penguji, alhamdulillah dengan izin Allah saya dengan lancar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari penguji dan bisa mempertahankan argumen saya hingga pada akhirnya penguji menyuruh saya untuk mengucap ulang Tri Satya sambil memegang ujung kanan bendera merah putih dan di tempelkan ke dada.

Janji Tri Satya berhasil saya ucapkan dengan lancar tanpa hambatan, penguji mengucapkan " SELAMAT adik IIM ROHIMATUN NAHDIYYAH telah menjadi penegak laksana, silahkan ganti TKU Bantara yang adik kenakan kemudian pasangkan TKU LAKSANA ini (Sambil menyodorkan TKU LAKSANA)".

Ada rasa tidak menyangka dan sedikit ragu ketika saya disuruh untuk memasangkan TKU LAKSANA ke pundak, Sampai saya melontarkan kalimat seperti ini : " Kenapa saya harus memasangkannya sendiri ? kenapa tidak oleh kakak saja sekaligus sebagai tanda ucapan SELAMAT kepada saya ? ".

Akhirnya dengan senang hati penguji memakaikan TKU LAKSANA kepundak saya dan sekali lagi beliau mengucapkan SELAMAT kepada saya. Saya pun kembali ketempat semula dengan rona wajah yang bahagia dan berseri-seri.

Alhamdulillah, sehari suntuk saya berjalan kaki akhirnya membuahkan hasil dan tidak sia-sia.

Juang Adalah Profesi

Setelah dipikir-pikir ternyata selama saya menjadi bagian anggota pramuka Fatta-Dien saya belum pernah mencicipi jabatan lain selain JUANG alias Juru Uang, mengemban jabatan sebagai JUANG itulah profesi saya. Entah saya juga tidak mengerti kenapa lagi-lagi saya harus menjadi Juru Uang, mungkin karena wajah saya mirip dengan teller bank, dan tangan saya yang berkepiawaian dalam menghitung uang sehingga orang sering menunjuk saya sebagai JUANG, saking seringnya sampai banyak adik kelas yang panggil saya dengan panggilan Teteh Juang.


Untuk menjadi Seorang Juru Uang itu tidak mudah, karena disetiap harinya harus berurusan dengan rupiah, mengatur pendapatan dan pengeluaran, tagih-menagih, dan tentutunya tidak lepas dari catatan utang-piutang, bagi mereka yang sering "nganjuk" maka bersiaplah harus berurusan dengan saya.

Untuk sadar arsip sebelum tahap pemusnahan sempat saya abadikan terlebih dahulu
 kwitansi-kwitansi pengeluaran saat menjadi juang Fatta-Dien.

Selama menjadi juru uang banyak sekali kenangan yang tidak bisa saya lupakan. Pada saat menjelang PECAPA sayalah yang harus berkewajiban keliling kelas untuk menagih uang iuran, lumayan perlu tenaga dan rada menguras otak untuk bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Begitupun ketika para Dewan Ambalan berkeinginan membuat kaos, rompi, syal, atau yang lainnya maka sayalah yang mengkordinir pembayarannya itu sering membuat saya pusing apalagi kalau banyak yang "nganjuk" itu menambah pekerjaan dan beban dikepala saya.

Selama menjadi JUANG adalah pengalaman indah dalam perjalan hidup saya ketika menjadi Dewan Ambalan Fattahillah-Cut Nyak Dien. Ada pengalaman yang sangat berkesan yang sampai saat ini masih saya ingat.

1. Defisit Anggaran

Defisit anggaran bisa diartikan sebagai kekurangan dana dalam kas keuangan atau besar pasak dari pada tiang "besar pengeluaran dari pada pendapatan". Ambalan pernah mengalami defisit yaitu pada saat Safari camp IV. Dahulu saya beserta reng-rengan salah dalam menyusun Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sehingga menyebabkan khas ambalan menjadi bobol tidak beraturan bahkan dulu saya, pradana putera dan puteri sempat dimarahin pembina pramuka ditengah kegiatan safari camp IV dalam dinginnya udara bukit Argalingga kami bertiga diasingkan pembina pramuka. Untuk menangani hal ini kami rundingan beserta Dewan Ambalan yang lainnya untuk mencari solusi yang tepat dan cepat akhirnya kami sepakat untuk swadana bersama, menyumbangkan sebagian rupiahnya demi kelancaran kegiatan.

2. 1 PIN + 1 STIKER = Rp 5.000,- 

Ini menindaklanjuti tragedi hilangnya handycamp hami pada acara Parade Buka Bersama dan Saur Bareng ala Fatta-Dien, Setelah berunding dengan teman-teman GaAra dan akhirnya sepakat untuk menjual pin dan stiker pecapa kepada semua peserta PECAPA dan itu hukumnya wajib dengan harga Rp. 5000,-

Pin dan stiker pada saat itu bergambarkan maskot PECAPA yaitu gambar lebah dan bertuliskan MR.MAUL. Pin dan stiker itu harus dijual dan harus mendapatkan laba 2-3 kali lipat dari modal pertama, karena kami harus bisa mengumpulkan uang sebesar 1.250.000,- agar bisa menggantikan kamera yang hilang sebagai wujud  ganti rugi dan tanggung jawab. Untuk bisa menjual pin dan stiker yang jumlahnya cukup banyak diperlukan perjuangan dan kerja sama sesama Dewan Ambalan, berkeliling dari tenda ke tenda menawarkan pin dan stiker, merayu alumni supaya mau beli tetapi kebanyaknnya ingin digratiskan. -,-

Alhamdulillah berkat kerja sama dari berbagai kalangan akhirnya berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah sesuai dengan yang ditargetkan dan beruntung juga hami direndahkan hatinya oleh Allah tadinya minta di ganti 1.250.000,- di beri kelonggaran menjadi 1.000.000.-. Melalui tulisan ini saya mengucapkan banyak terima kasih dan Maaf kepada hami yang sampai saat ini belum sempat tersampaikan.

**--------**

Banyak cerita yang tidak bisa diutarakan oleh kata karena terlalu banyak cerita dan kenangan yang saya peroleh di masa putih abu, terlebih dipertemukan dengan sahabat GaAra yang menuai kenangan tiada tara yang ceritanya selalu menjadi pelipur lara.

Teruntuk sahabat GaAra, untuk kalian tulisan ini saya persembahkan semoga tulisan ini bisa mengobati kerinduan kita kepada masa putih abu silam yang sangat berkesan dan semoga tulisan ini menjadi saksi perjuangan dalam pejalanan kita dahulu.

GaAra 15 tetap satu
Tetap solid dan jaga silaturahmi diantara kita
Sampai nanti
Sampi kita menjadi Ibu dan Bapak untuk anak kita nanti
Bahkan
Sampai Nenek dan Kakek untuk cucu kita kelak.

Tentang Penulis :
Nama Iim Rohimatun Nahdiyyah, lahir di Majalengka pada 3 Januari 1993, alamat rumah di Jalan Raya Ciparay Timur No 7 Rt 01 Rw 01 Desa Ciparay, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka dengan kode pos 45473. Sangat menyukai bunga mawar dan penikmat berat yogurth, sang administrator sejati yang suka menulis, mengamati , gemar berpetualang dan menyukai warna ungu, sangat berhasrat ingin menjadi wanita sholehah seindah perhiasan dunia yang bisa menjadi sumber inspirasi dan aspirasi bagi sang suami tercinta kelak karena dialah anugrah terbesar yang Allah berikan, memiliki motto hidup belajar sepanjang hayat | berbakti dan berbakat.

Riwayat Pendidikan :

Pernah duduk di Taman Kanak- Kanak Al-Quran Hidayatul Mubtadiin Ciparay lulus tahun 1999, kamudian melanjutkan sekolah dasar di SDN Ciparay 3 lulus pada tahun 2005, menempuh bangku SLTP di Madrasah Tsanawiyah Negeri Leuwimunding Lulus tahun 2008 melanjutkan SLTA di Madrasah Aliyah Negeri Rajagaluh dengan program studi Ilmu Pengetahuan Alam lulus tahun 2011, saat ini sedang melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon jurusan Ilmu Admnistrasi Negara.

Pengalaman Organisasi.
  • Aktivis dari sejak SD;
  • OSIS MTsN Leuwimunding  (lupa jabatannya);
  • PMR Madya MTsN Leuwimunding;
  • Pramuka sejati PERSADA III MTsN Leuwimunding;
  • Bendahara tulen Fatta-Dien;
  • Wakil Ketua PMR Wira MAN Rajagaluh;
  • Koordinator kreasi dan Seni OSIS MAN Rajagaluh;
  • Sekretaris BEM FISIP Unswagati;
  • Kepala Divisi Keagamaan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Adm. Negara;
  • Bendahara sekaligus komisi anggaran di Dewan Perwakilan Mahasiswa Fisip Unswagati;
  • Pernah menjadi bagian dari LPM Setara Unswagati Cirebon.









Selasa, 19 November 2013

Ciparay Bukan Sekadar Majalengka "Coret"

Hadirin se-bangsa dan se-tanah air saya akan menampilkan foto-foto yang beresolusi tinggi mohon untuk bersiap siaga !

Suasana pagi hari di pekarangan depan rumah
Langit biru terlihat begitu cerah, surya mulai memancarkan sinarnya dari ufuk timur, semilir angin gelebug khas Majalengka menghiasi pagi menjadikan susana terasa lebih indah karenanya pepohonan di pekarangan menari berlenggok dengan gemulainya, menghela nafas panjang dan tertegun diam dalam beberapa detik  menikmati udara segar nun sejuk khas kampung halaman tempat dimana saya dilahirkan dan menghabiskan masa kecil yang menuai banyak cinta dan cerita.


Label yang tertera di atas pintu rumah

Dusun Karang Anyar Rt 01 / Rw 01 Desa Ciparay, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka tepatnya di rumah sederhana inilah saya  dilahirkan dan dibesarkan. Rumah ini adalah Surga bagi keluarga besar saya, tempat berteduh dari teriknya sinar mentari , tempat bernaung ketika gulita malam menghampiri, tempat dimana kami sekeluarga melepas lelah, dan tempat untuk saling berbagi kasih dan sayang.

Keluarga saya terbilang keluarga besar karena ibu dan bapak mempunyai banyak anak semuanya berjumlah 8 (delapan), jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran di zaman sekarang yang mayoritas penduduknya sudah sadar akan  program KB, lain halnya  dengan zaman dahulu yang rata-rata masih mempunyai dalih “banyak anak banyak rezeki”.  Dengan penuh kasih ibu dan bapak mendidik dan membesarkan kedelapan anaknya, kehidupan kami sangat sederhana,  apa adanya jauh dari hura-hura apalagi hedonisme. 

Saya adalah puteri bungsu dari delapan bersaudara yang lahir pada 3 Januari 1993. Dalam cara mendidik  Kedua orang tua saya  selalu mengajarkan tentang keprihatinan, disiplin dan Kerja Keras dengan dibumbui nilai-nilai agama dan kesusilaan yang sangat kental dan kuat karena saya yakin setiap orang tua bercita-cita kelak anaknya tumbuh menjadi anak yang soleh dan solehah berguna bagi agama nusa dan bangsa.  

Banyak orang bilang katanya “jadi anak bungsu itu enak” tapi ini tidak berlaku untuk saya. Ibu mempunyai banyak anak sampai jumlahnya 8 (delapan) yang semuanya harus di beri asupan ASI yang optimal karena ASI sangat membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.  Saking banyaknya giliran saya enggak kebagian ASI,  enggak tau kenapa  mungkin karena pesediaan ASI ibu yang sudah menipis bahkan habis karena sudah  tersedot oleh kakak-kakak saya yang lahir lebih dulu.

Terkadang suka sedih dulu waktu masih kecil diledekin dan ditangisin kakak dikata-katain kalau aku ini anak dapat nemu disawah jadi gak diberi ASI minumnya susu formula terus  -___- sering aku nangis gara-gara diledekin kakak.  KAKAK JAHAT !!!  elusan dan sentuhan telapak tangan ibu yang penuh kasih menyangkalnya “kamu anak ibu nak” jep-je-jep. Tapi aku senang punya banyak kakak semuanya memiliki sifat yang sangat pariatif dan saling melengkapi satu sama lain.

Dari Hasil Alam Kami Hidup dan Bersekolah

Foto "Kebon balong" yang di ambil dari kamera HP saya

Kami sekeluarga menyebutnya dengan sebutan “kebon Balong”, ini di ambil dari bahasa sunda “kebon” dalam bahasa inidonesia berarti tempat atau lahan yang bisa ditanami berbagai macam tanaman dan pepohonan dan “balong” yang artinya empang  atau kolam besar tempat untuk memelihara berbagai jenis ikan. Kebon Balong ini lahannya cukup luas yang terletak cukup jauh dari rumah tempat kami tinggal jika ditempuh dengan berjalan kaki memerlukan waktu kurang lebih sekitar 20 menit. Bapak saya bukan lulusan Fakultas pertanian begitupun dengan ibu saya bukan juga lulusan fakutas ilmu kelautan dan perikanan, tapi beliau adalah dua sejoli yang sangat mafhum dan mengerti tentang bagaimana cara mengolah perkebunan dan sawah-sawah yang dimilikinya . Dari hasil alam inilah ibu dan bapak berusaha keras untuk bisa membesarkan dan menyekolahkan kedelapan anaknya dan menjadikan putera-puteri nya menjadi anak yang cerdas, pintar, tentunya  menjadi anak-anak yang “Berbakti dan Berbakat”. Di kebon balong ini tanaman apa saja bisa tumbuh dengan subur seperti pohon melinjo, pohon mangga, pohon durian, pohon kelapa, pohon gayam, pohon salam, pohon pisang, pohon  pandan, pohon kunyit dan masih banyak yang lainnya termasuk pohon bambu yang tumbuh menjulang tinggi menghiasi perkebunan milik keluarga kami. Begitupun dengan empangnya, di empang tersebut terpelihara berbagai macam jenis ikan seperti ikan gurame, ikan lele, ikan nila, ikan tambak, ikan mas dan masih banyak jenis ikan yang lainnya, di empang kami juga tumbuh sepesies-sepesies air tawar seperti udang, belut, remis, dan kepiting. Ikan-ikan yang ada di empang kami berbeda dengan ikan-ikan yang lain, ikan dari empang kami lebih sehat dan segar karena asupan pakan yang diberikan termasuk pada kategori pakan sehat dan bernutrisi.

Ketika musim memanen tiba semua hasil kebun diambil lalu dijual kepasar. Cara mengaturnya itu sangat bagus, dalam hal ini saya merasa salut dan ingin menyebutnya dengan sebutan “Nahuddin Ameen of Management”. Walaupun saya tidak tahu percis bagaimana kronologisnya karena dulu saya masih kecil jadi belum bisa berperan aktif membantu ibu dan bapak paling saya hanya sekadar main-main ayunan yang ada di kebun. Saya mendengar ceritanya dari ibu, bapak dan kakak-kakak saya jadi begini ceritanya dalam pengambilan hasil kebun kedua orang tua saya menggerakan semua anak-anaknya membagi-bagi tugas pokoknya semuanya harus bekerja ada yang memanjat pohon kelapa, ngambil ikan, ngupas kulit kelapa, wah pokoknya banyak sekali. Setelah semuanya sudah siap untuk dipasarkan besok paginya ibu yang membawanya kepasar untuk dijual dan uangnya dipakai untuk membiayai kehidupan keluarga kami yang lebih mempriotaskan untuk makan dan biaya pendidikan sekolah. Begitulah siklus hidup keluarga kami yang penuh dengan kerja keras. Dari hasil alamlah kami dibesarkan sampai sekarang anak-anaknya sudah besar kebon balong masih tetap lestari, sekarang hasilnya tidak untuk dijual tetapi untuk dinikmati bersama oleh keluarga besar kami.

Budaya Anti Bolos Sekolah


Walaupun terbilang repot tetapi ibu dan bapak tidak pernah menghendaki anak-anaknya putus sekolah ditengah jalan, pokoknya semuanya harus sekolah. Zaman dahulu ketika kakak-kakak saya SD, SLTP, dan SLTA, pendidikan masih mahal (belum gratis) seperti sekarang, pemerintah belum memberikan Bantuan Operasinal yang khusus untuk pendidikan.
Coba bayangkan segimana repotnya ibu dan bapak berjuang keras menyelohkan anak-anaknya. Berapa jumlah uang SPP yang harus dibayar pada setiap bulannya pastinya sangat besar sekali, tetapi ibu dan bapak selalu berjuang sehidup - semati untuk bisa menyekolahkan putera-puterinya dan berhasil membudayakan anti bolos sekolah apapun alasanya mengenyam pendidikan itu sudah menjadi keharusan karena beliau berfikir hanya dengan berpendidikan berharap bisa mengubah nasib dan menjadi bekal hidup dikemudian hari.

Romantika Masa Kecil

Sewaktu saya kecil suasana rumah sudah tidak lagi berdesak-desakan, putera-puteri ibu dan bapak satu persatu pergi meninggalkan rumah ada yang pergi merantau keluar kota, ada yang pergi ikut suami, ada yang pergi kuliah, di rumah hanya tinggal ibu, bapak, aku, dan A' ii  (kakak ku yang ke-7).

Foto saya waktu kecil

Sewaktu saya kecil saya senang main tanah, main BP-BP an, Main boneka-bonekaan, main spintrong, main loncat tinggi, main engklek, main congklak, main sepada-sepedaan, mandi di kali bersama teman sepermainan saya (walaupun kalau pulang suka di marahin ibu) tapi saya tetep lagi dan lagi pokoknya yang penting saya "Happy" hehe 
Alhamdulillah saya tumbuh sebagaimana anak perempuan pada umumnya. Waktu kecil saya mempunyai banyak teman, dulu waktu saya duduk di Taman Pendidikan Al-Quran saya sering ikut lomba, banyak perlombaan yang pernah saya ikuti, itu berkat dorongan dari ibu dan ibu guru saya di sekolah. Jenis lomba yang pernah saya ikuti sangatlah berpariasi mulai dari lomba busana muslim, doa sehari-hari, hafalan juz ama' tetapi yang paling sering saya ikuti adalah lomba busana muslim bahkan saya berhasil menyabet beberapa tropi lomba busana muslim dari berbagai tingkatan,  saya juga sering dimintai oleh ibu guru untuk tampil diberbagai acara seperti kenaikan kelas, maulid nabi, dan acara-acara lain sekadar untuk mengisi sebagai hiburan. Kalau lagi inget itu terkadang saya suka malu hahahahahhaha.

Ini foto saya waktu duduk di TPA Hidayatul Mubtadiin dan memenangkan juara 1 lomba busana muslim. he he he :)

Masa-Masa Sekolah

Saya memasuki bangku Sekolah Dasar sekitar tahun 1999. Sekolah saya tidak terlalu jauh dari rumah bisa dengan berjalan kaki untuk menempuhnya. Ibu dan Bapak menyekolahkan kedelapan putera-puteri mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah, atas, bahkan ada satu kakak saya yang ke-5 bisa sampai ke jenjang pendidikan tinggi (hebaaaaatt anak ibu dan bapak) semuanya harus sekolah.

Ini SD tempat kami ber-delapan menempuh pendidikan dasar.
(a wang, c 4,c ijah, c emun, a mbi, a mang, a ii, dan saya)
Di tempat inilah saya dan kakak-kakak saya mulai mengenal aksara belajar membaca, menulis, dan berhitung. Saya masih hafal betul ketika sedang belajar membaca kalimat yang sering di pakai oleh ibu guru waktu SD adalah "Ini Budi, Ini Ibu Budi". Ada rasa rindu yang mendalam ketika kembali mengenang masa-masa kecil  tetapi sayang, sedalam-dalamnya rasa rindu itu tidak bisa mengembalikan lagi pada masa yang telah berlalu walaupun itu hanya sekadar satu detik saja, itu lah masa yang semakin hari semakin melatasi terus melatasi hingga sampai pada detik ini menghantarkan kami pada pada jalan yang berbeda, tugas yang berbeda, pekerjaan yang berbeda, tetapi kami tetap lah satu putera-puteri ibu dan bapak yang berbakti dan berbakat. Insya Allah :)

Di Piatukan Ibu Pada 20 Desember 2009

Di penghujung tahun 2009 tepatnya Minggu, 20 Desember 2009 ajal datang menjemput Ibu. Serasa mimpi buruk yang tidak pernah diharapkan. Ibu pergi meninggalkan Bapak, Empat putera dan Empat puteri beserta cucu-cucu kesayangan. Duniaku serasa jungkir balik tak berbentuk, terlebih pada saat itu saya masih berusia 17 tahun kurang dua minggu, usia yang masih belia dibanding dengan kakak-kakak saya yang sudah berumah tangga dan bekerja lain halnya dengan saya masih duduk di kelas XI Madrasah Aliyah yang masih membutuhkan kasih sayang, perhatian, dorongan, dan semangat dari seorang ibu. Terkadang sempat terlintas di benak saya mengapa Allah memberi suratan takdir yang  begitu berat untuk saya. Ibu yang selalu memberikan perhatian, semangat dan dorongan tiba-tiba harus pergi untuk selamanya. Sampai pada detik ini saya kangen bawelnya ibu "Nak Sholat, Nak Belajar, Nak Sekolah, Nak Makan, Nak Cuci Piring, Nak Ngepel  !! " sekarang saya kangen sentuhan telapak tangan ibu dan ingin bertemu ibu.

BerDiKaRi ( Berdiri Diatas Kaki Sendiri )

Di Ulang Tahun ku yang ke-17 (Sweet Seventeen) usia yang sangat di tunggu-tunggu oleh para kaum remaja katanya usia 17 tahun itu spesial saya masih belum mengerti mengapa banyak yang berasumsi demikian, padahal kenyataannya semakin bertambah angka maka jatah usia kita semakin berkurang, mungkin bisa jadi di usia 17 para remaja lagi senang-senang nya main, pacaran, hura-hura dan lain sebagainya.

Tetapi setelah saya berintropeksi diri ternyata benar 17 tahun sangat spesial, usia yang cukup matang untuk mulai belajar berfikir lebih dewasa dan mandiri. Khusus bagi diri saya di usia 17 adalah awal dimana saya menjalani hidup tanpa ibu, saya harus lebih dewasa dalam berfikir dan bertindak, lebih mandiri, pandai mengatur waktu karena tidak akan ada lagi perhatian dari sosok ibu yang sering mengingatkan saya untuk sholat, belajar, sekolah, makan. Ini salah satu rencana dan cara Allah untuk mendewasakan saya. Saya yakin dengan rencana-rencana yang Allah berikan pasti di suatu saat nanti di saat yang tepat ada rencana indah yang Allah berikan untuk saya. 

Sabar dan Ikhlas menerima suratan takdir yang diberikan Allah, tetap tersenyum dan semangat menjalani hari-hari yang semestinya dijalani, kuasaku untuk mengatur waktu ibadah, belajar, makan, sekolah, bermain, istirahat, pokoknya saya harus medapatkan keuntungan yang besar dari waktu yang saya jalani.

Saya punya segudang cita dan cinta, punya impian, punya keinginan, mengharapkan masa depan cerah  dan saya ingin membahagiakan keluarga. Maka dari itu saya harus semangat, tekun belajar, kerja keras, berpendirian kuat dan tentunya harus disetai dengan Iman dan Taqwa yang kuat pula.

Hidup Itu Untuk Apa Ya ?

Hidup tidaklah semulus jalan tol, hidup adalah patamorgana yang penuh dengan keabstrakan dan hidup layak untuk perjuangkan. Saya pernah merenung sebenarnya apa tujuan hidup, untuk apa hidup  dan apa yang harus di cari disaat kita hidup ? setelah ditelisik ternyata berakhir pada yang namanya "Bahagia", lebih tepatnya lagi Bahagia di Dunia dan di Akhirat. Untuk mencapai pada predikat tersebut banyak jalan  untuk bisa meraihnya. Islam mengajarkan "kejarlah urusan duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan kejarlah urusan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok" bila ditafsirkan kurang lebihnya seperti ini yang termasuk pada kategori urusan dunia adalah berusaha, bekerja keras, berjuang untuk mengejar materil (uang) yang menjadi bekal hidup di dunia sedangkan yang termasuk kategori urusan akhirat ini menyakut Habluminallah (hubungan antara manusia dengan Allah), pahala atau ganjaran serta amal sholeh. Ajaran islam sudah mengaturnya dalam Rukun Iman (Iman Kepada Allah, Iman Kepada Rasul, Iman Kepada Kitab Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Hari Akhir, Iman Kepada Qhada' dan Qhadar) dan Rukun Islam (syahadat, sholat, zakat, puasa, naik haji (bagi yang mampu) ), iman dan islam yang kuat serta amalan sholeh  itulah yang akan menghantarkan pada kebahagian di akhiraat.

Pada intinya diperlukan keseimbangan dan keselarasan dalam hal mengejar urusan dunia dan urusan akhirat sehingga bisa mengantarkan pada kebahagian yang sesungguhnya walaupun proses untuk meraihnya sering kali ditemukan hambatan, rintangan, cobaan dan godaan tetapi dalam menghadapinya harus tetap bersabar, ikhlas tawakal dan istiqomah.

Jangan Lupakan Sejarah


Dari semenjak lahir -> menikmati masa kecil -> Sekolah -> sampai pada saat ini yang sedang belajar memaknai arti hidup. Banyak sekali kasih dan kisah, suka dan duka, yang pernah saya alami dan menjadikan hidup seperti pelangi yang penuh dengan warna, banyak ukiran sejarah yang indah untuk dikenang. Terima Kasih berkat didikan, nasihat, dan dorongan ibu, bapak dan ke-7 kakak saya, peran bimbingan dari ibu dan bapak guru, karib kerabat, teman sejawat yang menambah pelengkap cerita dan cinta sampai pada detik ini.

Ciparay..

Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai tolanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku permai....